Kamu masih takut ke psikolog? Mungkin kamu perlu tau hal-hal ini!
Kamu gak akan di judge
Psikolog hadir untuk mendengarkan secara aktif dan reflektif. Artinya, psikolog akan berusaha mendengarkan, mengerti, dan menanggapi ceritamu dengan berempati. Gak akan ada yang menyalahkan atau menyudutkanmu. Psikolog bertugas untuk mendengarkan dan membantumu, tidak untuk menilaimu.
Gak akan se-awkward dan se-menyeramkan di pikiran kamu
Seorang psikolog diberikan pembelajaran dan pengetahuan mengenai bagaimana membuatmu merasa nyaman dan aman untuk bercerita. Gak akan butuh waktu lama untuk merasa lebih akrab, dan menghilangkan kesan ‘stranger’.
Ceritamu aman dan confidential
Banyak yang bertanya-tanya mungkin “apakah cerita ke psikolog aman dan gak akan jadi bahan gosip?” jawabannya Ya, tentu saja.
Psikolog punya kode etik tentang kerahasiaan data klien. Apa yang terjadi dan dibicarakan di ruang konseling, hanya akan tetap berada di ruang konseling, selama tidak terjadi bahaya yang mengancam dirimu.
Kamu gak perlu takut sama perubahan
Kadang beberapa orang merasa takut ke psikolog karena takut sama perubahan-perubahan yang mungkin terjadi setelahnya. Kadang orang merasa lebih baik hidup dengan ketidaknyamanan, daripada harus melakukan perubahan. Padahal perubahan gak selalu harus dilihat sebagai hal yang negatif dan tidak nyaman. Perubahan bisa jadi peluang untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.
Minta pertolongan bukan berarti lemah
Memahami bahwa dirimu punya keterbatasan, berani mengakui itu, dan berani meminta pertolongan kepada orang lain sama sekali bukan hal yang lemah. Butuh keberanian, butuh keyakinan, dan butuh usaha yang tidak sedikit untuk melakukannya. Minta pertolongan itu wajar dan normal, untuk semua orang.
Jadi masih takut ke psikolog? Kalau kamu perlu konseling dengan psikolog, kamu bisa loh booking sesi konseling dengan psikolog PRENDS! Gunakan kode voucher "MULAIDARIKAMU" untuk dapatkan potongan harga konseling sebesar 50%!